Senin, 01 Juli 2013

Muhasabah Diri

Urgensi dari muhasabah adalah karena setiap orang kelak pada hari akhir akan datang menghadap Allah SWT dengan kondisi sendiri-sendiri untuk mempertanggung jawabkan segala amal perbuatannya. Allah SWT menjelaskan dalam Al-Qur’an: “Dan tiap-tiap mereka akan datang kepada Allah pada hari kiamat dengan sendiri-sendiri.” [QS. Maryam (19): 95, Al-Anbiya’ (21): 1].

Saya bukan seorang pendakwa, bahkan jauh dari kata seorang mubaligh. Yang ingin saya posting di sini hanyalah sebagai bentuk evaluasi diri.


   Tak terasa ramadhan akan datang kembali. Ramadhan tahun ini akan sangat berbeda untukku. Mengapa? Ini merupakan kali pertama ramadhan bagiku tanpa seorang ayah. Ramadhan pertamaku berada jauh dari Ibu & adik. Dan....yah, ramadhan pertamaku tanpa seorang yang selalu setia membangunkan sahur  mengajakku tarawih berjamaah, dia adalah Krisna Surya Nugraha.
   Semuanya serba pertama, mungkin diawal akan terasa berat. Setahun yang lalu, aku berbuka bersama keluarga kecilku dengan segala suka dan dukanya. Siapa yang tahu jika tahun kemarin adalah ramadhan terakhirku bersama seorang ayah. Sosok yang sangat dekatku dari aku lahir. Sosok yang sering membuatku demam karena berada jauh darinya. Tapi beliau lah yang mendidikku juga menjadi seorang anak yang mandiri. Beliaulah yang mengirimku dengan "paksa" ke kota Bandung ini.
 Di awal aku sangat membencinya, karena membiarkan aku pergi jauh dari sisinya. Aku pun sempat membencinya karena ketika aku meminta agar ayah sembuh untuk menghadiri wisudaku, beliau pun menolaknya. Tetapi aku sadar sekarang, beliau bersikap demikian adalah cara beliau untuk mendidikku. Mempersiapkan aku untuk kondisi terburuk seperti ini. Ayah....maafkan aku yang dahulu pernah salah sangka atas cara didikanmu.
   Untuk teman-teman jika masih diberi kesempatan oleh Allah SWT berkumpul dengan keluarga, utamanya ayah  ibumu, gunakanlah waktu tersebut dengan sebaik-baiknya, karena kita tidak akan pernah tahu kapan kontrak kita atau mereka habis di bumi Allah ini :")

   Ramadhan tahun ini akan penuh dengan perbedaan. Aku tahu segala sesuatu yang terjadi padaku tak terlepas dari kuasa Allah SWT. Semoga Allah masih berkenan menuntunku untuk selalu beristiqomah di jalan-Nya. Teringat suatu posting bang Alit "bersyukurlah... Saat Tuhan memberimu jalur kehidupan yang berbeda dari anak-anak lain...maka kamu juga bakal jadi orang yang berbeda dari orang-orang lain kelak."
Tetaplah berjuang.. jangan menyerah.. jangan mengeluh.. Tetap bersyukur.. Biarkan orang-orang tersayangmu tersenyum melihatmu di surga.. :)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar