Urgensi dari muhasabah adalah karena setiap orang kelak pada hari
akhir akan datang menghadap Allah SWT dengan kondisi sendiri-sendiri
untuk mempertanggung jawabkan segala amal perbuatannya. Allah SWT
menjelaskan dalam Al-Qur’an: “Dan tiap-tiap mereka akan datang kepada
Allah pada hari kiamat dengan sendiri-sendiri.” [QS. Maryam (19): 95,
Al-Anbiya’ (21): 1].
Saya
bukan seorang pendakwa, bahkan jauh dari kata seorang mubaligh. Yang
ingin saya posting di sini hanyalah sebagai bentuk evaluasi diri.
Tak terasa ramadhan akan datang kembali. Ramadhan tahun ini akan sangat berbeda untukku. Mengapa? Ini merupakan kali pertama ramadhan bagiku tanpa seorang ayah. Ramadhan pertamaku berada jauh dari Ibu & adik. Dan....yah, ramadhan pertamaku tanpa seorang yang selalu setia membangunkan sahur mengajakku tarawih berjamaah, dia adalah Krisna Surya Nugraha.
Semuanya
serba pertama, mungkin diawal akan terasa berat. Setahun yang lalu, aku
berbuka bersama keluarga kecilku dengan segala suka dan dukanya. Siapa
yang tahu jika tahun kemarin adalah ramadhan terakhirku bersama seorang
ayah. Sosok yang sangat dekatku dari aku lahir. Sosok yang sering
membuatku demam karena berada jauh darinya. Tapi beliau lah yang
mendidikku juga menjadi seorang anak yang mandiri. Beliaulah yang
mengirimku dengan "paksa" ke kota Bandung ini.
Di
awal aku sangat membencinya, karena membiarkan aku pergi jauh dari
sisinya. Aku pun sempat membencinya karena ketika aku meminta agar ayah
sembuh untuk menghadiri wisudaku, beliau pun menolaknya. Tetapi aku
sadar sekarang, beliau bersikap demikian adalah cara beliau untuk
mendidikku. Mempersiapkan aku untuk kondisi terburuk seperti ini.
Ayah....maafkan aku yang dahulu pernah salah sangka atas cara
didikanmu.
Untuk teman-teman jika masih diberi kesempatan oleh Allah SWT berkumpul
dengan keluarga, utamanya ayah ibumu, gunakanlah waktu tersebut dengan
sebaik-baiknya, karena kita tidak akan pernah tahu kapan kontrak kita
atau mereka habis di bumi Allah ini :")
Ramadhan tahun ini akan penuh dengan perbedaan. Aku tahu segala sesuatu
yang terjadi padaku tak terlepas dari kuasa Allah SWT. Semoga Allah
masih berkenan menuntunku untuk selalu beristiqomah di jalan-Nya.
Teringat suatu posting bang Alit "bersyukurlah...
Saat Tuhan memberimu jalur kehidupan yang berbeda dari anak-anak
lain...maka kamu juga bakal jadi orang yang berbeda dari orang-orang
lain
kelak."
Tetaplah berjuang.. jangan menyerah.. jangan mengeluh.. Tetap
bersyukur.. Biarkan orang-orang tersayangmu tersenyum melihatmu di surga.. :)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar