Semoga Allah SWT selalu memberkati jalan hidup kita semua.
Kawan, perkenalkan, namaku adalah
Iblis.
Mungkin sebagian dari kalian
telah mengenalku, namun aku percaya yang kalian ketahui tentang aku hanyalah
setitik debu dari hamparan gurun yang luas, maka kali ini ijinkan aku untuk
lebih memperkenalkan diri lebih lanjut sehingga kita bisa saling mengenal dan
mempererat tali kerjasama di antara kita. Namaku adalah iblis, aku dilahirkan
dari kaum jin, maka aku adalah jin yang bernama iblis, tentu hal ini juga sudah
kalian ketahui bukan?
Aku diciptakan dari api, maka
sudah selayaknya pun aku tinggal di neraka yang apinya tak kan pernah padam
walau diguyur oleh air hujan ribuan tahun (baru kali ini aku sadar mengapa
sebagian dari bangsaku dibuang ke neraka walaupun tak semua neraka di isi oleh
api yang bahan bakarnya adalah kalian semua wahai putra putri Adam).
Wahai manusia, sebetulnya aku
tidak pernah mempunyai keinginan untuk membangkang terhadap Allah SWT. Aku
hanya merasa iri kepada kalian, mengapa tidak, kalian membutuhkan aku untuk
hidup (tentu kalian membutuhkan api dalam kehidupan bukan?), sedangkan aku
teramat sangat tidak membutuhkan kalian. Aku bisa terbang, mengapa aku butuh
tanah untuk berjalan, aku pun bisa kemana saja bahkan menembus tanah sekalipun.
Lalu mengapa Allah memintaku
untuk bersujud dihadapanmu wahai makhluk lemah? Kalian makhluk lemah, tak tahan
oleh waktu semakin lama semakin tua, semakin lemah dan mati, sedangkan aku,
waktu tak berpengaruh bagiku, aku tak akan lemah oleh waktu, bahkan aku adalah
waktu, apabila waktu telah habis, maka aku pun akan binasa. Hebat bukan, kalian
tak ada apa-apanya dibandingkan aku. Yang paling membuatku iri adalah
ketidakadilan perlakuan Allah SWT terhadap kalian dan kami. Aku hanya tidak mau
sujud dihadapan Adam, maka aku pun dibuang ke neraka, sedangkan kalian? Kalian
percaya bahwa obat itu yang menyembuhkan sakit kalian sehingga ketika sakit
kalian hanya minum obat tanpa meminta kesembuhan dari Allah, padahal tanpa ijin
dari Nya, kalian tak kan sembuh.
Kalian adalah makhluk yang paling
tidak tahu diri, kalian terbuat dari tanah, tapi mengapa kalian berjalan dengan
congkak di atas tanah (bumi). Bukankah dalam berjalan, kalian menginjak saudara
kalian sendiri (tanah menginjak tanah), bahkan kalian tega merusak, bahkan
membunuh tanah. Ketika kalian bertemu kalian tak akan menyatu sedangkan kami,
apabila bertemu api dengan api, takkan saling menginjak, merusak ataupun
memusnahkan, kami akan bersatu memusnahkan yang ada di hadapan kami.
Aku akui, kalian adalah makhluk
yang sempurna, kalian merupakan penyatuan yang sempurna antara kaum malaikat,
jin dan hewan. Kalian punya hati layaknya malaikat, punya akal layaknya jin,
dan punya hasrat dan tubuh layaknya hewan, tapi ketahuilah, justru itu yang
membuat kalian yang tidak sempurna. Kalian bisa lebih hina daripada kami, bisa
lebih mulia daripada malaikat, ataupun hidup ala kadarnya layaknya hewan.
Kawan, sesungguhnya kita semua diciptakan hanya untuk beribadah kepada Allah,
namun cara kita beribadah berbeda-beda. Malaikat hanya terus berdoa dan berdoa,
ibadahku adalah meggoda kalian, ibadah hewan adalah untuk hidup kalian dan
ibadah kalian hanya menjalankan yang fardhu dan sunnah. Kami semua (jin,
malaikat dan hewan) selalu tekun dan taat dalam menjalankan ibadah kami,
sedangkan banyak dari bangsa kalian yang meninggalkan ibadah, bahkan beberapa
dari kalian memiliki Tuhan yang baru (uang, materialistis atau mungkin kami
yang sengaja menampakkan diri kepada kalian dan menunjukkan keahlian kami).
Kami bisa mencuri dengar rahasia langit, sedangkan kalian, demi mendengar
secuil kabar rahasia langit kalian rela untuk memuja kami. Kami dalam beribadah
tak memerlukan pegangan apapun, tak perlu belajar dan takkan salah, sedangkan
kalian membutuhkan pengajar dan kitab suci Al-Qur’an, tetapi kerap saja salah
dalam praktek dan selalu dikalahkan oleh waktu.
Ada sebuah kisah lucu yang selalu
aku ingat. Aku jadi tertawa bila mengingat kisah ini. Ada seorang manusia
(bangsa kalian) yang diberi pertanyaan oleh para malaikat mengapa dalam
hidupnya ia selalu berbuat kejahatan. Tanpa rasa penyesalan ia pun menyalahkan
bangsa kami yang selalu menggodanya. Hahahahaha……..kenapa kami yang disalahkan,
kami hanya memberi (membisikkan) ide/gagasan, sedangkan dalam pelaksanaannya
kalian memiliki kendali penuh dan tanggung jawabnya, lalu mengapa kami yang
disalahkan? Sobat, tahukah kalian bahwa kita ini selalu bersama semenjak kau
dilahirkan?
Aku bahkan lebih dekat daripada
mata dan telinga kalian sendiri. Aku ada dalam aliran darah kalian. Tentu
kalian tidak percaya akan hal ini, mana mungkin aku ada dalam tubuh kalian.
Kalian ingin bukti? Kalian tahu salah satu sifat api adalah panas, coba kalian
rasakan tubuh kalian, apakah mengandung hawa panas walau 35% saja atau tidak?
Berbeda apabila aku sudah tidak membutuhkan (sudah tidak perlu lagi menggoda)
kalian ketika mati, maka aku akan meninggalkan kalian dan hilanglah panas dalam
tubuh kalian. Mungkin ini saja yang hendak aku ceritakan, saranku padamu
sebagai seorang sahabat yang baik, syukuri nikmat yang Allah berikan kepada
kalian, kalian tak akan menyadari betapa indah dan terhormatnya hidup kalian
sebelum kalian kehilangan nikmat hidup ini dan tak tahu bagaimana cara
menikmatinya? Ingatlah bahwa aku selalu setia didekatmu walau kau tak
mengetahui, dan mari kita beribadah sesuai dengan kewajiban kita sendiri-sendiri.
Semoga Allah selalu memberikan rahmat dan hidayahNya kepadamu.
Tertanda Yang selalu
setia di dekatmu
dalam susah maupun
senang
Iblis
Tidak ada komentar:
Posting Komentar